BI Sultra Dorong Penerapan Digitalisasi di Desa Labengki Kecil

Bank Indonesia KPw Sultra dorong sistem digitalisasi diberbagai sektor, terkhusus sektor pariwisata. Foto: Istimewa.

Simpulsultra, Kendari — Bank Indonesi (BI) Kantor Perwakilan (KPw) terus mendorong penerapan sistem digitalisasi di berbagai sektor, khususnya di sektor kepariwisataan.

Salah satu wilayah yang terjamah penerapan ini adalah desa wisata di Desa Labengki Kecil, Kabupaten Konawe Utara (Konut).

Upaya digitalisasi ini dilakukan dengan menerapkan metode pembayaran Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) dalam bertransaksi di desa wisata tersebut.

Kepala BI Sultra, Doni Septadijaya mengatakan, untuk menstimulasi proses digitalisasi tersebut pihaknya berkolaborasi dengan berbagai Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sultra dan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Konut.

“Kita lakukan digitalisasi (Penggunaan pembayaran non-tunai menggunakan QRIS) terhadap Desa Labengki Kecil ini, terutama dengan 25 homestay (rumah singgah) dan sekitar tiga warung yang ada di Desa Labengki Kecil,” kata Doni, Kamis (23/11/2023).

Doni menuturkan, sistem digitalisasi diterapkan agar memudahkan wisatawan yang berkunjung di Desa Labengki Kecil dalam bertransaksi tanpa membawa uang tunai.

Selain digitalisasi menggunakan QRIS, jelas Doni, BI Sultra juga membangun platform Labengki Backpacker, yang bertujuan untuk memudahkan para wisatawan untuk bisa langsung berhubungan dengan para pelaku wisata yang ada di Desa Labengki Kecil.

“Baik itu homestay, penyewaan alat selam, guide (pemandu), maupun juga transportasi yang menghubungkan antara lebih kecil dengan Sulawesi Tenggara daratan,” jelas Doni.

Dalam perjalanan desa wisata Labengki Kecil, mantan Kepala Tim di Divisi Relasi Media dan Opinion Maker BI ini menjelaskan, bahwa pihaknya telah membantu pengembangan wisata di daerah tersebut, salah satunya dengan melakukan intervensi terhadap pengembangan di Desa Labengki Kecil. 

Hal itu telah dilakukan sejak 2019 silam dengan melaksanakan program sosial Bank Indonesia untuk menata kampung-kampung dengan melakukan pembersihan rumah-rumah penduduk yang akan dijadikan homestay.

“Lalu kita memberikan bantuan untuk bisa menghias rumah-rumah penduduk dengan berbagai warna supaya terlihat sebagai kampung warna-warni, kita pagar rumah-rumah penduduk dengan batas yang jelas. Jadi, antara rumah penduduk dengan jalan lingkungan itu memiliki jalur yang jelas agar memudahkan wisatawan maupun kawasan yang bisa dilalui,” jelas Doni

Ia juga menambahkan bahwa sepanjang tahun 2019 hingga kini, pihaknya mempunyai beberapa program yang dilakukan di Desa Labengki Kecil untuk pengembangan kawasan wisata.

“Bantuan untuk speed boat yang untuk dikelola oleh masyarakat dengan kelompok sadar wisatanya, lalu kita memberikan bantuan paket alat selam di tahun lalu dengan jumlah sekitar enam paket, dan untuk keindahan kampungnya kita lakukan bantuan sosial berupa penerangan jalan yang menggunakan tenaga surya,” pungkasnya.