Mido Lasurua Kades Tamesandi: Tahapan Penyelesaian Damsos Masih Sesuai Jadwal

Kepala Desa Tamesandi, Mido Lasurua. Foto: Istimewa.

Simpulsultra, Konawe — Menjadi Proyek Strategis Nasional (PSN), pembangunan Bendungan Ameroro yang berlokasi di Kecamatan Uepai, Kabuten Konawe, Sulawesi Tenggara (Sultra) membutuhkan lahan seluas 503 hektare.

Ratusan hektar lahan yang berada di kawasan hutan itu mencakup tanah masyarakat. Kendati demikian, pemerintah tidak tutup mata, ganti rugi lahan sedang dalam proses.

Kepala Desa (Kades) Tamesandi, Mido Lasurua yang wilayahnya terkena dampak sosial (Damsos) pembangunan bendungan mengutarkan ia bersama warga mendukung pelaksanaan peresmian PSN Bendungan Ameroro.

Ia menjelaskan, tahapan penyelesaian dampak sosial seperti ganti rugi lahan sudah sesuai jadwal.

“Terkait ganti rugi lahan areal peruntukan lain (APL) dan tanaman masyarakat yang berada di kawasan hutan seluas kurang lebih 503 hektar saat ini on progres sesuai timeline, yaitu tahap penilaian dan minggu lalu telah dilakukan peninjauan lapangan oleh tim Jasa Penilai Konsultan Publik (JPKP),” ujar Mido saat ditemui di salah satu warung kopi di Konawe.

Pembangunan Bendungan Ameroro sendiri bertujuan untuk penyediaan air untuk pertanian, pengendalian banjir, PLTA dan PDAM tujuan vital ini diharapakan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Untuk diketahui, peresmian Bendungan Ameroro akan dilaksanakan pada Senin (13/5/2024). Dijadwalkan bendungan tersebut secara langsung diresmikan oleh Presiden RI, Joko Widodo.