Cegah Kejahatan Era Digital, Polda Sultra Gandeng UHO dan Akademisi Gencarkan Sosialisasi UU ITE

Simpulsultra, Kendari — Maraknya pelanggaran menggunakan media sosial di tengah masyarakat telah memaksa aparat penegak hukum untuk semakin gencar melakukan sosialisasi mengenai Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE). Langkah ini diambil untuk meningkatkan kesadaran dan kepedulian masyarakat terhadap berbagai bentuk kejahatan yang terjadi di dunia maya.

Di Sulawesi Tenggara (Sultra) Kepolisian Daerah (Polda) setempat, melalui Direktorat Kriminal Khusus (Ditkrimsus), bekerja sama dengan Universitas Halu Oleo (UHO) Kendari dan akademisi telah mengadakan seminar untuk membahas tantangan dan ancaman kejahatan di era digitalisasi. Seminar ini menjadi ajang diskusi dan edukasi bagi masyarakat tentang pentingnya memahami dan menerapkan UU ITE dalam kehidupan sehari-hari.

Ipda Muhammad Syarif, Panit 1 Unit 3 Bantek Subdit V Tipidsiber Ditkrimsus Polda Sultra, menegaskan bahwa pihaknya memiliki peran penting dalam mengawasi, mencegah, mengurangi, dan menanggulangi ancaman serta kejahatan siber. Ia juga menyampaikan pentingnya edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat mengenai UU ITE untuk mengantisipasi berbagai kejahatan dunia maya seperti hoaks, provokasi, dan ujaran kebencian.

“Dalam menangkal kejahatan dunia maya seperti hoaks, provokasi, dan ujaran kebencian di media sosial, perlu dilakukan langkah-langkah antisipasi dengan mengefektifkan kegiatan sosialisasi. Edukasi kepada masyarakat, dinas pemerintahan, serta instansi lain tentang penerapan UU ITE dan cara yang bijak dalam bermedia sosial sangat penting,” ujar Syarif, Sabtu (18/5/2024).

Lebih lanjut, Syarif menjelaskan bahwa beberapa kasus yang sering terjadi di dunia maya antara lain penghinaan terhadap individu atau kelompok berdasarkan SARA (Suku, Agama, Ras, dan Antar Golongan), provokasi, pornografi, pengancaman, serta perjudian online. Di Sulawesi Tenggara sendiri, kasus pencemaran nama baik dan penipuan online menjadi yang paling sering ditangani oleh pihaknya.

Syarif berharap sosialisasi mengenai UU ITE dapat memberikan pengetahuan kepada masyarakat dan meningkatkan pemahaman tentang cara bermedia sosial yang baik dan benar. “Kami berharap dengan adanya sosialisasi seperti ini, masyarakat menjadi lebih sadar akan pentingnya bermedia sosial yang baik,” pungkasnya.

Melalui upaya edukasi dan sosialisasi yang intensif, diharapkan masyarakat Sulawesi Tenggara dapat lebih bijak dalam menggunakan media sosial, sehingga dapat meminimalisir risiko kejahatan siber dan menciptakan lingkungan digital yang lebih aman dan sehat.